KOTA TANGERANG (Tangerangsiber.id) – Pemerintah Kota Tangerang terus meningkatkan kompetensi aparatur sipil negara (ASN) agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Salah satunya dilakukan melalui pelatihan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) bagi ASN non-IT di lingkungan Pemkot Tangerang.
Sebanyak 40 ASN dari sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) mengikuti pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, Rabu hingga Jumat. Kegiatan tersebut bekerja sama dengan Swiss German University (SGU).
Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Tangerang mendorong pemanfaatan teknologi untuk mendukung pekerjaan aparatur, sekaligus meningkatkan efektivitas pelayanan pemerintahan.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Tangerang Jatmiko mengatakan, pelatihan dirancang untuk memberikan pemahaman dasar kepada ASN non-IT mengenai pemanfaatan AI dalam pekerjaan sehari-hari.
“Tujuan pelatihan ini untuk meningkatkan kompetensi ASN, khususnya dalam mengenal teknologi informasi dan Artificial Intelligence untuk membantu tugas-tugas pekerjaan di unit kerja masing-masing. Harapannya, pekerjaan dapat dilakukan lebih cepat, tepat, mudah dan informatif,” ujar Jatmiko, Rabu (2/9/2026).
Menurut dia, kemampuan menggunakan teknologi menjadi semakin penting seiring dengan perkembangan sistem kerja pemerintahan yang semakin terdigitalisasi. Karena itu, ASN diharapkan tidak hanya memahami teknologi, tetapi juga mampu menggunakannya secara tepat sesuai kebutuhan pekerjaan.
Jatmiko mengatakan, pelatihan AI bagi ASN Kota Tangerang sebenarnya telah dimulai sejak tahun sebelumnya. Saat itu, program menyasar pejabat pimpinan tinggi pratama dan kepala OPD.
Dari pelaksanaan tersebut, Pemkot Tangerang melihat bahwa AI dapat menjadi salah satu alat bantu untuk meningkatkan efektivitas pekerjaan, terutama dalam mempercepat proses kerja dan membantu menghasilkan informasi yang dibutuhkan.
“Karena teknologi yang digunakan familiar dan user friendly, sehingga mudah digunakan. Hasil pelatihan juga sudah ada yang langsung dipraktikkan dan dirasakan manfaatnya, terutama dari sisi kecepatan dan ketepatan pekerjaan,” jelasnya.
Pemkot Tangerang tidak hanya mendorong peserta mengikuti pelatihan untuk meningkatkan kemampuan pribadi. Para peserta juga diharapkan dapat membagikan pengetahuan yang diperoleh kepada rekan kerja di lingkungan masing-masing.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas pemanfaatan AI di lingkungan pemerintahan sehingga manfaat pelatihan tidak berhenti pada 40 peserta.
“Kami berharap peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, kemudian mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang didapat. Yang paling penting, ilmu tersebut juga ditularkan kepada teman-teman di lingkungan kerjanya,” kata Jatmiko.
Di sisi lain, BKPSDM Kota Tangerang terus memetakan kebutuhan pengembangan kompetensi ASN melalui sistem usulan pelatihan. Setiap usulan dari OPD dihimpun dan diseleksi berdasarkan kebutuhan serta prioritas organisasi.
Melalui pengembangan kompetensi tersebut, Pemkot Tangerang berharap ASN semakin siap menghadapi perubahan teknologi dan mampu memanfaatkannya untuk mendukung pekerjaan pemerintahan serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.(man/joe)
No Comments