KOTA TANGERANG (Tangerangsiber.id) – Pemerintah Kota Tangerang, Banten, memperkuat akses pendidikan melalui program Gampang Sekolah. Program tersebut dikembangkan sebagai ekosistem kebijakan yang mencakup akses, mutu, tata kelola, dan pendidikan inklusif.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Wahyudi Iskandar mengatakan, Gampang Sekolah dirancang untuk memberikan kesempatan yang lebih luas kepada masyarakat dalam memperoleh layanan pendidikan.
Menurut dia, program tersebut tidak hanya menyasar masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi, tetapi juga kelompok yang membutuhkan dukungan agar tetap dapat mengikuti pendidikan.
“Saya rasa intervensi dari Gampang Sekolah sebagai sebuah ekosistem kebijakan ini cukup komprehensif. Karena dengan Gampang Sekolah ini, kita memberikan akses yang mudah dan tetap menjaga mutu yang baik, termasuk tata kelola yang lebih tepat lagi,” ujar Wahyudi.
Ia mengatakan, perluasan akses pendidikan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pembelajaran. Karena itu, kebijakan sekolah gratis dalam program Gampang Sekolah tetap menempatkan mutu pendidikan sebagai salah satu perhatian utama.
“Di balik sekolah gratis, mutu tetap dikedepankan,” katanya.
Selain melalui sekolah formal, Pemkot Tangerang memperluas akses pendidikan melalui jalur kesetaraan yang diselenggarakan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
Program tersebut mencakup Paket A, Paket B, dan Paket C yang dapat menjadi alternatif bagi masyarakat dengan kondisi tertentu sehingga tidak dapat mengikuti pendidikan formal.
Wahyudi mengatakan, pendekatan tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan tidak ada anak yang kehilangan kesempatan untuk memperoleh pendidikan.
Selain akses, Pemkot Tangerang juga memperkuat pendidikan karakter melalui penerapan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Pembiasaan tersebut diharapkan dapat membangun lingkungan sekolah yang lebih positif sekaligus memperkuat keterikatan siswa dengan sekolah.
“Selain memperluas akses, Pemkot Tangerang juga memperkuat karakter melalui 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat,” ujar Wahyudi.
Menurut dia, aspek keamanan juga menjadi bagian dari ekosistem pendidikan. Sekolah didorong menjadi lingkungan yang aman dan ramah bagi anak, termasuk melalui upaya pencegahan kekerasan dan perundungan (bullying).
Dengan pendekatan tersebut, program Gampang Sekolah tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan jumlah anak yang dapat bersekolah, tetapi juga memastikan mereka memperoleh layanan pendidikan yang bermutu, inklusif, dan aman.
Wahyudi berharap kebijakan tersebut dapat memberikan kesempatan kepada setiap anak di Kota Tangerang untuk terus menempuh pendidikan dan mengembangkan potensinya.(man/joe)
No Comments