Benyamin Dorong Literasi Digital untuk Lindungi Perempuan dan Anak

2 minutes reading
Tuesday, 23 Jun 2026 01:01 0 Admin

TANGSEL (Tangerangsiber.id) – Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menekankan pentingnya penguatan literasi digital sebagai upaya melindungi perempuan dan anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan media sosial.

Menurut Benyamin, kemajuan teknologi telah memberikan banyak manfaat bagi masyarakat, mulai dari kemudahan akses informasi, pendidikan, hingga layanan publik. Namun, perkembangan tersebut juga menghadirkan berbagai tantangan yang perlu diantisipasi bersama.

“Teknologi harus menjadi sarana untuk belajar, berkembang, dan berkreasi. Karena itu, perempuan dan anak perlu memiliki kemampuan menggunakan teknologi secara aman, bijak, dan bertanggung jawab,” ujar Benyamin, Jumat (19/6/2026).

Ia menjelaskan, perempuan dan anak merupakan kelompok yang rentan terhadap berbagai risiko di ruang digital, seperti perundungan siber, penyebaran informasi palsu, eksploitasi, hingga kejahatan berbasis teknologi.

Karena itu, literasi digital dinilai menjadi keterampilan penting yang tidak hanya mencakup kemampuan menggunakan perangkat teknologi, tetapi juga memahami informasi, menjaga keamanan data pribadi, mengenali potensi ancaman, serta menerapkan etika dalam berinteraksi di ruang digital.

Pemerintah Kota Tangerang Selatan, kata Benyamin, terus mendorong berbagai program edukasi yang melibatkan keluarga, sekolah, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan perempuan dan anak di era digital.

Ia menilai keluarga memiliki peran utama dalam membangun kebiasaan digital yang sehat. Orang tua tidak hanya perlu memberikan akses terhadap teknologi, tetapi juga melakukan pendampingan dan pengawasan terhadap penggunaannya.

“Komunikasi dan pengawasan yang baik di lingkungan keluarga menjadi benteng pertama dalam melindungi anak-anak dari berbagai risiko di ruang digital,” katanya.

Selain keluarga, lingkungan pendidikan juga memiliki peran strategis dalam membentuk budaya digital yang sehat melalui edukasi tentang etika digital, keamanan siber, dan pemanfaatan teknologi secara produktif.

Benyamin menegaskan, perlindungan perempuan dan anak merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, lembaga pendidikan, dunia usaha, dan berbagai komunitas.

“Dengan literasi digital yang kuat, kita tidak hanya melindungi perempuan dan anak dari berbagai ancaman di dunia maya, tetapi juga mempersiapkan generasi yang cerdas, kreatif, dan mampu memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang positif,” ujarnya.

Ia berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya literasi digital terus meningkat sehingga tercipta ruang digital yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang generasi muda di Kota Tangerang Selatan.

“Teknologi akan terus berkembang. Karena itu, kemampuan memahami risiko dan memanfaatkannya secara positif harus menjadi bekal penting bagi masyarakat dalam menghadapi era digital,” pungkasnya.(ded/joe)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Featured

LAINNYA