KOTA TANGERANG (Tangerangsiber.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tangerang terus memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika melalui kegiatan Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN-PN), Rabu (22/7/2026).
Kegiatan yang diikuti para Ketua RT, Ketua RW, kader, dan tokoh masyarakat tersebut merupakan bagian dari komitmen bersama dalam mewujudkan Kota Tangerang Bersinar (Bersih dari Narkoba) dengan melibatkan masyarakat sebagai garda terdepan dalam mencegah penyalahgunaan narkotika di lingkungan masing-masing.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Tangerang, Teguh Supriyanto, S.Sos., M.AP., mengatakan pembangunan sumber daya manusia yang unggul tidak hanya diwujudkan melalui peningkatan akses pendidikan, tetapi juga dengan memastikan generasi muda tumbuh sehat, produktif, dan terbebas dari ancaman narkoba. Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045 yang menempatkan kualitas SDM sebagai fondasi utama pembangunan bangsa.
Teguh Supriyanto menjelaskan, Pemerintah Kota Tangerang terus menghadirkan berbagai program unggulan, seperti Gampang Sekolah, Gampang Kerja, Tangerang Cerdas bagi masyarakat kurang mampu, hingga penguatan layanan kesehatan. Seluruh program tersebut merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang cerdas, sehat, berkarakter, dan berdaya saing.
“Namun, seluruh upaya itu harus dibarengi dengan perlindungan terhadap generasi muda dari bahaya penyalahgunaan narkoba. Jangan sampai anak-anak kita yang telah mendapatkan akses pendidikan dan layanan kesehatan justru kehilangan masa depannya karena narkoba,” ujar Teguh Supriyanto.
Ia menegaskan, upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Karena itu, melalui sosialisasi P4GN-PN, Kesbangpol mengajak Ketua RT, Ketua RW, kader, dan tokoh masyarakat menjadi agen perubahan yang aktif memberikan edukasi serta membangun kepedulian terhadap bahaya narkoba di lingkungan masing-masing.
“Kami berharap seluruh peserta menjadi corong di tengah masyarakat untuk mengedukasi warga mengenai bahaya narkoba. Kami tidak ingin generasi muda Kota Tangerang hancur karena narkoba,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Kota Tangerang, H. Junadi, menegaskan bahwa keberhasilan program Kelurahan Bersih Narkoba tidak terlepas dari keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, Ketua RT, Ketua RW, kader, dan tokoh masyarakat memiliki peran strategis dalam mengawasi lingkungan, terutama dalam melindungi anak-anak dan remaja dari ancaman penyalahgunaan narkotika.
“Kalau ada warga yang terindikasi terpapar narkoba, jangan didiamkan. Segera laporkan kepada aparat agar dapat dilakukan pencegahan maupun penanganan sejak dini. Prinsipnya adalah cegah dan laporkan,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala BNN Kota Tangerang, Kombes Pol. Dr. Josephien Vivick Tjangkung, S.Sos., M.I.Kom., menegaskan bahwa penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika masih menjadi ancaman serius yang membutuhkan perhatian dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, para pelaku kejahatan narkotika terus mengembangkan berbagai modus untuk menyasar seluruh lapisan masyarakat, terutama kalangan pelajar dan generasi muda.
“Permasalahan narkoba bukan hanya menjadi tanggung jawab BNN atau aparat penegak hukum, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama. Para bandar terus mencari berbagai cara untuk merusak generasi bangsa. Karena itu, kita harus memperkuat kewaspadaan, meningkatkan edukasi, dan tidak memberikan ruang sedikit pun bagi peredaran narkoba,” ujarnya.
Josephien menjelaskan, BNN Kota Tangerang terus mengedepankan kebijakan pencegahan, edukasi, pemberdayaan masyarakat, rehabilitasi, dan penindakan sebagai langkah komprehensif dalam mewujudkan Kota Tangerang Bersinar (Bersih dari Narkoba).
Menurutnya, keberhasilan pemberantasan narkoba sangat bergantung pada kepedulian seluruh lapisan masyarakat. Keluarga, sekolah, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga pengurus RT dan RW memiliki peran penting dalam mendeteksi sekaligus mencegah penyalahgunaan narkoba sejak dini.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk berani mengatakan tidak terhadap narkoba, peduli terhadap lingkungan sekitar, serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika. Dengan sinergi seluruh elemen masyarakat, kami optimistis Kota Tangerang dapat terus menjadi kota yang aman, sehat, dan bersih dari narkoba,” pungkasnya.
Melalui sinergi antara Kesbangpol, BNN Kota Tangerang, DPRD, serta seluruh elemen masyarakat, Pemerintah Kota Tangerang berharap budaya hidup sehat dan lingkungan yang bebas dari narkoba semakin kuat. Dengan demikian, generasi muda Kota Tangerang dapat tumbuh menjadi sumber daya manusia yang unggul, sehat, dan berkarakter sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045.(man/joe))
No Comments