KOTA TANGERANG (Tangerangsiber.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus memperkuat pelayanan kesejahteraan sosial melalui pengukuhan 70 Pengurus Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kota Tangerang Periode 2026–2031. Bersamaan dengan itu, Pemkot juga menggelar Peningkatan Kapasitas Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) yang diikuti 979 peserta sebagai upaya meningkatkan kompetensi dan kualitas pelayanan sosial kepada masyarakat.
Wali Kota Tangerang H. Sachrudin mengatakan, pengukuhan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat peran PSM sebagai mitra strategis pemerintah yang selama ini berada di garda terdepan dalam mendampingi masyarakat menghadapi berbagai persoalan sosial.
“Keberhasilan pembangunan kesejahteraan sosial tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi semua pihak, termasuk para PSM yang selama ini hadir langsung di tengah masyarakat untuk memberikan pendampingan dan membantu menyelesaikan berbagai persoalan sosial,” ujar Sachrudin saat menghadiri Pengukuhan Pengurus IPSM Kota Tangerang Periode 2026–2031 di Tangerang Convention Center, Kamis (6/8/2026).
Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi para PSM, Pemkot Tangerang terus meningkatkan perhatian terhadap kesejahteraan mereka. Selain meningkatkan kapasitas melalui berbagai pelatihan, pemerintah juga memberikan insentif serta perlindungan melalui program BPJS Ketenagakerjaan.
Sachrudin menjelaskan, sejak PSM dibentuk pada 2010, besaran insentif yang diberikan terus mengalami peningkatan. Jika pada awalnya hanya sebesar Rp100 ribu per bulan, kini insentif tersebut telah meningkat menjadi Rp500 ribu per bulan sejak 2022. Memasuki tahun 2026, seluruh PSM juga mendapatkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan yang preminya ditanggung oleh Pemerintah Kota Tangerang.
“Kami berharap dukungan ini dapat menjadi penyemangat bagi para PSM untuk terus meningkatkan dedikasi dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.
Menurut Sachrudin, PSM memiliki peran strategis sebagai bagian dari Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS). Mereka tidak hanya membantu mengidentifikasi berbagai persoalan sosial di lingkungan masyarakat, tetapi juga menjadi penghubung antara warga dengan pemerintah agar penanganan sosial dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran.
Ia menambahkan, kesejahteraan sosial tidak hanya diukur dari terpenuhinya kebutuhan ekonomi, tetapi juga dari terpenuhinya kebutuhan sosial sehingga masyarakat mampu hidup lebih mandiri dan menjalankan fungsi sosialnya dengan baik.
“Karena itu, saya mengajak seluruh PSM untuk terus meningkatkan kompetensi, menjaga integritas, memperkuat sinergi, dan memberikan pelayanan sosial yang profesional, responsif, serta menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sachrudin juga memberikan apresiasi kepada para PSM di Kota Tangerang yang sebagian besar merupakan kaum perempuan. Menurutnya, peran aktif perempuan dalam keluarga maupun kehidupan sosial menjadi kekuatan penting dalam memperluas jangkauan pelayanan kesejahteraan masyarakat.
“Kehadiran para perempuan sebagai pekerja sosial menjadi kekuatan tersendiri dalam mendukung pelayanan sosial di Kota Tangerang. Dengan kolaborasi yang semakin kuat, saya optimistis upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat akan berjalan lebih baik,” pungkasnya.(man/joe)
No Comments