Tekan Pengangguran, Pemkot Tangerang Perkuat Program OJT melalui Skema Gampang Kerja

3 minutes reading
Sunday, 1 Feb 2026 13:04 0 Admin

KOTA TANGERANG (TangerangSiber.id) – Pemerintah Kota Tangerang terus memperkuat strategi penyerapan tenaga kerja melalui program pelatihan yang terintegrasi dengan kebutuhan dunia industri. Melalui Dinas Ketenagakerjaan, Pemkot Tangerang kembali membuka program On The Job Training (OJT) sebagai bagian dari program unggulan Gampang Kerja pada awal 2026.

Program OJT kali ini menggandeng PT Yasunli Abadi Utama Plastik dan diikuti oleh 36 peserta. Kegiatan pembukaan pelatihan berlangsung di Aula Kantor Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang, Jumat (30/1/2026).

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang, Ujang Hendra Gunawan, mengatakan bahwa program OJT merupakan instrumen penting dalam menjawab tantangan ketenagakerjaan, khususnya kesenjangan antara kompetensi pencari kerja dan kebutuhan industri. Menurut dia, pelatihan berbasis praktik langsung di perusahaan menjadi pendekatan yang lebih efektif dibandingkan pelatihan konvensional.

“Melalui OJT, peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan teknis, tetapi juga memahami budaya kerja, kedisiplinan, serta standar operasional yang diterapkan industri. Ini yang sering kali menjadi kendala utama pencari kerja ketika masuk ke dunia usaha,” ujar Ujang.

Ia menambahkan, program Gampang Kerja dirancang sebagai ekosistem pelatihan dan penempatan kerja yang berkelanjutan. Pemkot Tangerang, kata dia, tidak hanya menyiapkan pelatihan, tetapi juga membangun kemitraan aktif dengan dunia usaha agar lulusan program memiliki peluang kerja nyata.

“Target kami bukan sekadar melatih, tetapi memastikan peserta memiliki daya saing dan peluang direkrut setelah pelatihan selesai. Karena itu, kami terus memperluas kerja sama dengan perusahaan agar pelatihan yang diberikan benar-benar sesuai kebutuhan pasar kerja,” kata Ujang.

Menurut Ujang, penguatan program OJT juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menekan angka pengangguran secara struktural, sekaligus meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal agar mampu bersaing di sektor industri dan manufaktur.

Sementara itu, Eko Suwondo, selaku instruktur dari PT Yasunli Abadi Utama Plastik, menjelaskan bahwa kerja sama program OJT ini merupakan kali kedua dilakukan bersama Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Ketenagakerjaan. Menurut dia, kolaborasi tersebut dinilai efektif dalam menyiapkan calon tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Dalam pelaksanaannya, peserta OJT akan menerima delapan materi teori di kelas, kemudian dilanjutkan dengan praktik kerja lapangan selama 22 hari yang didampingi oleh trainer serta karyawan berpengalaman. Bobot praktik kerja mencapai sekitar 40 persen dari keseluruhan program.

“Selama OJT, peserta bekerja sesuai standar perusahaan. Pengawas tidak dapat memberikan perintah langsung tanpa seizin trainer agar proses pembelajaran tetap terarah,” kata Eko.

Ia menambahkan, lulusan OJT umumnya lebih mudah diarahkan karena telah memahami alur kerja dan budaya perusahaan. Setelah menyelesaikan OJT, peserta berkesempatan mengikuti tes psikologi oleh bagian sumber daya manusia (HRD) sebagai tahapan awal untuk menjadi karyawan.

“Kinerja peserta selama OJT menjadi penilaian utama. Bahkan, kepala divisi dapat merekomendasikan peserta OJT untuk diajukan sebagai calon karyawan,” ujarnya.

Dalam satu kelompok, program OJT diikuti oleh 16 peserta yang dibagi ke dalam dua sif, yakni pagi dan sore. Skema tersebut diterapkan agar proses pelatihan berjalan efektif dan setiap peserta memperoleh pendampingan optimal.

Melalui penguatan program Gampang Kerja, Pemerintah Kota Tangerang berharap semakin banyak warga yang memperoleh akses pelatihan berbasis industri dan peluang kerja berkelanjutan, sekaligus memperkuat sinergi antara dunia usaha dan tenaga kerja lokal.(man/joe)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Featured

LAINNYA