KOTA TANGERANG (TangerangSiber.id) – Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas hidup perempuan, perlindungan anak, serta pengendalian penduduk melalui strategi kerja terintegrasi sepanjang tahun 2026.
Kepala DP3AP2KB Kota Tangerang, Tihar Sopian, mengatakan bahwa pada 2026 pihaknya akan menjalankan sejumlah program prioritas yang dirancang secara kolaboratif lintas sektor untuk menjawab tantangan sosial di tengah masyarakat.
Dalam bidang pemberdayaan perempuan, DP3AP2KB melanjutkan Program Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan (PKHP) yang menyasar penguatan aspek ekonomi, sosial, dan budaya. Program ini diwujudkan melalui pembinaan serta pelatihan keterampilan ekonomi produktif bagi perempuan di seluruh kecamatan.
“Kegiatan ini dilaksanakan bersama mitra strategis seperti Gabungan Organisasi Wanita (GOW), PKK, dan Dharma Wanita Persatuan Kota Tangerang, dengan harapan mendorong kemandirian ekonomi perempuan serta meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujar Tihar.
Di bidang perlindungan perempuan dan anak, DP3AP2KB terus mengoptimalkan layanan melalui aplikasi Silacak Perak sebagai sarana pelaporan cepat dan mudah bagi masyarakat. Layanan ini diperkuat dengan pendampingan luring melalui Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) dan UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA) yang beroperasi selama 24 jam.
“Layanan Puspaga juga akan terus dihadirkan dalam berbagai kegiatan publik seperti car free day dan festival kota agar lebih dekat dan mudah diakses masyarakat,” kata Tihar.
Program Generasi Berencana (GenRe) tetap menjadi fokus utama DP3AP2KB dalam membekali remaja dan pemuda dengan pemahaman kesehatan reproduksi, kesehatan mental, serta perencanaan kehidupan berkeluarga. Pembinaan Forum Anak Kota Tangerang juga terus dilanjutkan hingga tingkat nasional.
Selain itu, DP3AP2KB akan kembali melaksanakan Sekolah Lansia dengan target 309 peserta pada 2026 sebagai upaya mendorong lansia tetap aktif, sehat, dan mandiri.
“Kami juga melanjutkan Program Sekolah Ayah untuk memperkuat peran ayah dalam pengasuhan dan pendidikan anak sebagai tanggung jawab bersama dalam keluarga,” tambahnya.
Dalam upaya pengendalian penduduk, DP3AP2KB terus berkoordinasi dengan lintas OPD, fasilitas kesehatan, dan klinik mandiri. Capaian pengendalian penduduk pada 2025 yang mencapai 172 persen dari target menjadi modal optimisme untuk memperkuat kualitas keluarga serta mencegah permasalahan sosial seperti stunting.
Tihar menegaskan, seluruh program DP3AP2KB tahun 2026 dijalankan melalui kolaborasi lintas OPD, lembaga peradilan, masyarakat, serta media. Salah satunya melalui pelaksanaan isbat nikah sebagai upaya pemenuhan hak administrasi kependudukan.
Melalui pembentukan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM), DP3AP2KB juga mendorong peran aktif masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan ramah bagi perempuan serta anak.(man/joe)
No Comments