Alasan Masyarakat Puas dan Tidak Puas atas Kepemimpinan Presiden Prabowo

- Penulis

Saturday, 31 May 2025 - 12:07 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto (Foto: presidenri.go.id)

Presiden Prabowo Subianto (Foto: presidenri.go.id)

JAKARTA (TANGERANGSIBER.ID) – Survei terbaru yang dilakukan oleh Indonesia Political Opinion (IPO) pada periode 22 hingga 28 Mei 2025 mengungkapkan alasan di balik kepuasan dan ketidakpuasan masyarakat terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Dari hasil survei, sebanyak 81 persen responden menyatakan puas dengan kinerja presiden, sementara 19 persen merasa tidak puas.

Hasil survei nasional tersebut, yang melibatkan total 1.200 responden, menunjukkan bahwa 13 persen menyatakan sangat puas, 46 persen puas, 22 persen cukup puas, 15 persen tidak puas, dan 4 persen sangat tidak puas.

“Angka kepuasan yang tinggi ini menunjukkan bahwa masyarakat masih memiliki harapan terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo, meskipun tantangan besar di bidang ekonomi dan lapangan pekerjaan masih harus dihadapi,” ungkap Dedi Kurnia Syah, Direktur Eksekutif IPO, pada Sabtu, 31 Mei 2025.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Alasan Kepuasan Masyarakat

Survei juga mengidentifikasi beberapa alasan di balik kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Prabowo. Berikut adalah rincian alasan dari 81 persen responden yang menyatakan puas:

– Tegas dan Berwibawa: 19,5 persen
– Mendukung Pemberantasan Korupsi: 16,7 persen
– Berpengalaman di Pemerintahan: 11,5 persen
– Program Memihak Rakyat: 9,4 persen
– Memberikan Bantuan Sosial: 6,2 persen
– Program Makan Bergizi Gratis: 5,9 persen
– Menyukai Sosok Presiden: 3,6 persen
– Peduli pada Rakyat Kecil: 3,4 persen
– Cepat dalam Bekerja: 2,5 persen
– Mampu Menyejahterakan Masyarakat: 2,5 persen
– Keamanan Terjamin: 2,4 persen
– Dihormati Negara Lain: 1,8 persen
– Membela Palestina: 0,9 persen
– Stabilitas Harga Sembako: 0,7 persen
– Tokoh Paling Ikhlas: 0,5 persen
– Tidak Tahu/Tidak Jawab: 12,5 persen

Namun, tantangan yang dihadapi tidak bisa diabaikan. Dedi menambahkan, “Masyarakat menginginkan tindakan nyata, terutama dalam mengatasi masalah ekonomi yang dirasakan saat ini.”

Tantangan Ekonomi dan Ketidakpuasan Masyarakat

Ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja presiden juga terlihat dari alasan yang diungkapkan. Berikut adalah rincian bidang di mana 19 persen responden menyatakan merasa tidak puas:

Baca Juga:  DPUPR Kota Tangerang Kerahkan 15 Pompa Air Atasi Banjir Periuk

– Kondisi Ekonomi Sulit: 28,5 persen
– Harga Sembako Mahal: 16 persen
– Minimnya Lapangan Pekerjaan: 13,3 persen
– Terjadi Banyak Kasus Korupsi: 8,6 persen
– Banyak Menteri Tidak Bagus: 5,8 persen
– Salah Memilih Wakil Presiden: 3,9 persen
– Masih Sama Seperti Jokowi: 1,7 persen
– Banyak Program Bermasalah: 1,6 persen
– Tidak Ada Perubahan: 1,2 persen
– Kesejahteraan Rakyat Terhambat: 0,9 persen
– Hanya Mementingkan Kelompoknya: 0,6 persen
– Dekat dengan Ormas Anarkis: 0,5 persen
– Lainnya: 17,4 persen

“Ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja presiden mencerminkan krisis kepercayaan. Dengan 28,5% responden mengeluhkan kondisi ekonomi, jelas bahwa prioritas pemerintah perlu dievaluasi untuk meningkatkan kesejahteraan,” tegas Dedi.

Masalah yang Perlu Segera Ditangani

Ketika ditanya mengenai masalah yang paling penting untuk segera ditangani oleh pemerintah, hasil survei menunjukkan prioritas masyarakat sebagai berikut:

– Sembako Murah: 31,8 persen
– Tersedianya Lapangan Kerja: 12,5 persen
– Keamanan dan Ketertiban Umum: 9,6 persen
– Peningkatan Kesejahteraan Rakyat: 7,9 persen
– Pemberantasan Pungli dan Korupsi: 7,4 persen
– Jaminan Kesehatan: 7,1 persen
– Pembangunan Infrastruktur: 4,5 persen
– Biaya Pendidikan Murah: 3,5 persen
– Peningkatan Kualitas Pendidikan: 2,1 persen
– Penegakan Hukum: 2 persen
– Tidak Menambah Utang Negara: 1,9 persen
– Pemberantasan Amoral, Kriminal, dan Premanisme: 1,5 persen
– Jaminan Kebebasan Berpendapat: 1,1 persen
– Lainnya: 7,1 persen

“Prioritas masyarakat pada sembako murah dan lapangan kerja menandakan terjadi masalah pada sektor ekonomi. Pemerintah harus fokus pada kebijakan pro-rakyat agar stabilitas ekonomi dan sosial terjaga,” pungkasnya.

Survei IPO ini dilaksanakan antara tanggal 22 hingga 28 Mei 2025, melibatkan 1.200 responden melalui wawancara langsung. Margin of error yang diperoleh adalah 2,90 persen, dengan tingkat akurasi data mencapai 95 persen. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah multistage random sampling (MRS) untuk menjamin representativitas data. (*)

Follow WhatsApp Channel tangerangsiber.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Teguh Santosa: JMSI Dukung Penuh HPN 2027
Pemkab Tangerang Raih Penghargaan TP2DD Terbaik Se-Jawa Bali
Paradoks FKTP di Era JKN: Menakar Urgensi “Klinik Minimalis Berdaya Saing Rumah Sakit”
JMSI Usulkan Dahlan Iskan Raih Anugerah Dewan Pers 2025, Kategori Spirit Media Baru
Anggota Komisi XIII DPR RI Marinus Gea – BPIP Gencar Sosialisasi Kebajikan Pancasila
TIMPORA Soekarno-Hatta Perkuat Sinergi Pengawasan Orang Asing
Imigrasi Atur Ulang Visa Kunjungan bagi Calon TKA
Empowering Women: Abraham Garuda Laksono Luncurkan Pelatihan Kecantikan untuk Kaum Hawa

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Friday, 25 September 2026 - 13:51 WIB

Teguh Santosa: JMSI Dukung Penuh HPN 2027

Friday, 25 September 2026 - 13:50 WIB

Pemkab Tangerang Raih Penghargaan TP2DD Terbaik Se-Jawa Bali

Friday, 19 June 2026 - 10:31 WIB

Paradoks FKTP di Era JKN: Menakar Urgensi “Klinik Minimalis Berdaya Saing Rumah Sakit”

Friday, 12 December 2025 - 00:07 WIB

JMSI Usulkan Dahlan Iskan Raih Anugerah Dewan Pers 2025, Kategori Spirit Media Baru

Thursday, 7 August 2025 - 13:00 WIB

Anggota Komisi XIII DPR RI Marinus Gea – BPIP Gencar Sosialisasi Kebajikan Pancasila

Berita Terbaru

Kabupaten Tangerang

Bupati Maesyal Tekankan Kinerja Akhir Tahun dan Kebersihan Pelayanan Publik

Tuesday, 6 Oct 2026 - 00:14 WIB

Kabupaten Tangerang

Bupati Tangerang: Pergantian Kepsek Harus Bawa Gagasan Baru

Tuesday, 6 Oct 2026 - 00:13 WIB

Kota Tangerang

Maryono Ajak 3.207 Lulusan UMT Ambil Peran dalam Pembangunan

Tuesday, 6 Oct 2026 - 00:12 WIB