Pemkot Tangerang Libatkan Swasta Tangani Anak Tidak Sekolah

- Penulis

Selasa, 1 September 2026 - 12:52 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA TANGERANG (Tangerangsiber.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memastikan setiap anak memiliki kesempatan memperoleh pendidikan. Selain mengoptimalkan program pemerintah, keterlibatan sektor swasta, dunia usaha, dan masyarakat turut didorong untuk membantu menangani anak tidak sekolah (ATS).

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Wahyudi Iskandar, mengatakan persoalan pendidikan membutuhkan dukungan bersama karena pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam memastikan anak tetap mendapatkan akses dan melanjutkan pendidikan.

Menurutnya, kolaborasi dengan sektor swasta dan dunia usaha menjadi bagian dari strategi Pemkot Tangerang untuk memperluas dukungan terhadap penanganan ATS, sekaligus melengkapi berbagai program yang telah dijalankan pemerintah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Yang pasti bahwa peran kolaborasi kita kedepankan, jadi tidak hanya mengandalkan pada APBD, tapi juga kita coba menggandeng peran swasta,” ujar Wahyudi, Selasa (1/9/2026).

Ia menjelaskan, keterlibatan dunia usaha dapat diarahkan untuk mendukung berbagai intervensi pendidikan secara berkelanjutan. Dukungan tersebut diharapkan mampu memperluas ruang partisipasi berbagai pihak dalam membantu anak kembali memperoleh kesempatan belajar.

Selain dunia usaha, Pemkot Tangerang juga mendorong keterlibatan masyarakat secara lebih luas. Menurut Wahyudi, kolaborasi antara pemerintah, swasta, dunia usaha, dan masyarakat diperlukan agar penanganan ATS dapat dilakukan secara lebih menyeluruh.

“Sehingga ke depan ada pelibatan dari peran serta masyarakat yang secara utuh, ikut membantu untuk bisa menentaskan ATS,” katanya.

Wahyudi menambahkan, penanganan ATS juga dilakukan melalui kolaborasi lintas perangkat daerah di lingkungan Pemkot Tangerang. Sejumlah organisasi perangkat daerah terlibat sesuai tugas dan kewenangannya, di antaranya Bappeda, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), DP3AP2KB, serta perangkat kewilayahan.

Baca Juga:  Maryono Dorong Kehadiran TKA Tingkatkan Kompetensi SDM Lokal

Masing-masing perangkat daerah memiliki peran dalam mendukung penanganan ATS. Dinas Pendidikan berfokus pada akses dan mutu pendidikan, sementara Dinas Sosial membantu melihat kondisi sosial dan ekonomi keluarga. Dukcapil turut mendukung penyelesaian kendala administrasi kependudukan yang dapat menjadi salah satu faktor penghambat anak memperoleh layanan pendidikan.

Sementara itu, kecamatan dan kelurahan memiliki peran penting dalam menjangkau masyarakat secara langsung. Perangkat kewilayahan membantu proses verifikasi kondisi anak sekaligus melakukan pendekatan kepada keluarga yang membutuhkan pendampingan.

Upaya tersebut diperkuat melalui program home visit, yaitu kunjungan langsung kepada keluarga untuk mengetahui kondisi anak sekaligus memberikan edukasi mengenai pentingnya keberlanjutan pendidikan.

Pendekatan langsung tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah memahami berbagai faktor yang menyebabkan anak tidak sekolah sehingga intervensi yang diberikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anak dan keluarga.

Di sisi lain, Pemkot Tangerang terus mengembangkan ekosistem Gampang Sekolah sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan. Program tersebut tidak hanya mengedepankan kemudahan akses, tetapi juga memperhatikan mutu dan inklusivitas pendidikan.

Melalui penguatan kolaborasi lintas sektor tersebut, Pemkot Tangerang terus berupaya memastikan tidak ada anak yang kehilangan kesempatan untuk belajar. Dukungan pemerintah, dunia usaha, swasta, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat upaya mengembalikan anak ke jalur pendidikan.

Pemkot Tangerang berkomitmen membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan kolaboratif agar setiap anak memiliki kesempatan untuk kembali bersekolah, berkembang, dan meraih masa depan yang lebih baik.(man/joe)

Follow WhatsApp Channel tangerangsiber.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kejari Kota Tangerang Tetapkan Mantan Dirut Angkasa Pura Kargo Tersangka Korupsi
PGRI Kota Tangerang Soroti Sanksi Mantan Kepala SDN Panunggangan 2
Hari Santri 2026 di Kota Tangerang Ditutup dengan Pembagian Hadiah
Sachrudin Dorong Anak Muda Jadi Wirausaha Digital
Sekda Tangerang Dorong KKPD Buka Peluang bagi UMKM
Maryono Dorong Perbankan Syariah Dukung UMKM
Diikuti 5.021 Pelajar, Gebyar Silat Kota Tangerang Pecahkan Rekor MURI
Maryono: Perlindungan Anak Harus Diwujudkan melalui Aksi Nyata
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 02:08 WIB

Kejari Kota Tangerang Tetapkan Mantan Dirut Angkasa Pura Kargo Tersangka Korupsi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:02 WIB

PGRI Kota Tangerang Soroti Sanksi Mantan Kepala SDN Panunggangan 2

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:55 WIB

Hari Santri 2026 di Kota Tangerang Ditutup dengan Pembagian Hadiah

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:54 WIB

Sachrudin Dorong Anak Muda Jadi Wirausaha Digital

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:53 WIB

Sekda Tangerang Dorong KKPD Buka Peluang bagi UMKM

Berita Terbaru

FOTO ILUSTRASI

Kota Tangerang

PGRI Kota Tangerang Soroti Sanksi Mantan Kepala SDN Panunggangan 2

Kamis, 22 Okt 2026 - 13:02 WIB

Kota Tangsel

Pemkot Tangsel Perkuat Pencegahan Perdagangan Orang

Kamis, 22 Okt 2026 - 13:01 WIB

Kota Tangsel

Pilar Ajak Santri Tangsel Kuasai Teknologi

Kamis, 22 Okt 2026 - 13:00 WIB