KAB. TANGERANG (Tangerangsiber.id) – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid membuka Gebyar Seni Budaya Reog Ponorogo dan Debus Banten di halaman Kantor Desa Sangiang, Kecamatan Sepatan Timur, Rabu (28/10/2026). Dalam kesempatan tersebut, Maesyal juga meninjau kondisi jembatan di dekat SMP Negeri 1 Sepatan Timur serta jalan di kawasan Tanah Merah.
Maesyal mengapresiasi kebersamaan dan semangat gotong royong masyarakat Desa Sangiang dalam menyelenggarakan kegiatan yang menampilkan beragam kesenian tradisional tersebut.
Menurut dia, penyelenggaraan festival seni budaya menjadi salah satu upaya untuk menggali potensi desa sekaligus menjaga kelestarian tradisi lokal agar tetap dikenal oleh generasi muda.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Alhamdulillah, saya bangga karena kepala desa dan masyarakatnya sangat terbuka serta peduli terhadap potensi yang ada di desanya. Ada Reog Ponorogo, tari, silat, dan seni budaya lainnya yang disatukan dalam satu penampilan dan terus dilestarikan di Desa Sangiang, Kecamatan Sepatan Timur,” ujar Maesyal.
Ia mengatakan, pelestarian seni budaya dan pengembangan potensi desa perlu dilakukan secara berkelanjutan. Selain menjaga warisan budaya, kegiatan tersebut dinilai dapat membuka peluang ekonomi dan meningkatkan perputaran perekonomian masyarakat.
“Ini merupakan potensi yang harus dilestarikan, dipelihara, dan dirawat bersama. Kegiatan para pemuda dan pelaku seni budaya bisa diwadahi untuk turut mendorong roda perekonomian masyarakat Kecamatan Sepatan Timur, khususnya di Desa Sangiang,” katanya.
Maesyal berharap generasi muda semakin aktif berpartisipasi dalam pembangunan desa dan masyarakat. Menurut dia, perkembangan zaman perlu diikuti tanpa meninggalkan nilai moral, spiritual, serta kearifan lokal yang menjadi bagian dari identitas masyarakat.
Kepala Desa Sangiang, Komarullah, mengatakan Gebyar Seni Budaya Reog Ponorogo dan Debus Banten menjadi ajang silaturahmi sekaligus sarana memperkenalkan dan melestarikan kesenian tradisional di Kecamatan Sepatan Timur, khususnya Desa Sangiang.
Ia menjelaskan, pemerintah desa tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur dan penguatan ekonomi, tetapi juga memberikan perhatian terhadap pendidikan, kesehatan, serta pelestarian seni dan budaya.
Menurut Komarullah, upaya tersebut penting untuk menjaga keberadaan kesenian lokal sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam mengembangkan potensi desa.
Setelah membuka kegiatan seni budaya, Maesyal meninjau jembatan di dekat SMP Negeri 1 Sepatan Timur dan ruas jalan di kawasan Tanah Merah.
Dalam peninjauan tersebut, ia melihat sejumlah bagian yang masih memerlukan perbaikan. Pemerintah Kabupaten Tangerang, kata dia, akan mengupayakan penanganan terhadap kebutuhan infrastruktur tersebut melalui program pembangunan.
“Jembatan ini bermanfaat bagi masyarakat, khususnya anak-anak yang bersekolah di SMP Negeri 1 Sepatan Timur. Tadi sudah saya lihat, ada yang sedang dalam proses pembangunan dan ada juga beberapa titik lain yang perlu diperbaiki. Insyaallah, nanti akan kita programkan agar bisa dibangun sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Maesyal.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi infrastruktur yang digunakan masyarakat, termasuk akses bagi pelajar menuju sekolah.
Pemerintah Kabupaten Tangerang diharapkan dapat menindaklanjuti hasil peninjauan tersebut sesuai dengan kebutuhan, prioritas pembangunan, dan ketersediaan anggaran.(man/joe)













Komentar