Dinas Pendidikan Kota Tangerang Hadirkan Pena Aksi, Targetkan Zero Anak Tidak Sekolah
TangerangSiber.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Pendidikan resmi memperkenalkan Pena Aksi Tangerang, sebuah inovasi terpadu untuk menangani persoalan anak tidak sekolah di wilayah berjuluk Kota Benteng ini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah strategis yang diperkenalkan lewat soft launching di Aula Dinas Pendidikan, Puspem Kota Tangerang, Rabu (28/10/2026), tersebut dirancang untuk mengintegrasikan pendataan, kolaborasi lintas sektor, intervensi, hingga pendampingan berkelanjutan.
Program anyar ini merupakan wujud nyata penerapan kebijakan “Gampang Sekolah” yang menjadi salah satu pilar utama Program 3G (Gampang Sekolah, Gampang Sembako, Gampang Kerja) Pemkot Tangerang. Di samping itu, inisiatif ini sekaligus menjadi implikasi langsung dari upaya mendongkrak kualitas sumber daya manusia (SDM) yang berdaya saing, sejahtera, dan berakhlakul karimah sebagaimana tertuang dalam RPJMD Kota Tangerang 2025–2030.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang, Herman Suwarman, menegaskan bahwa Pena Aksi Tangerang bukan sekadar aplikasi pendataan administratif, melainkan sistem kerja terpadu di lapangan. Menurutnya, keberhasilan program ini harus diukur dari hasil penanganan yang nyata, bukan sekadar terlaksananya kegiatan seremonial semata.
“Keberhasilan Pena Aksi Tangerang harus diukur dari hasil penanganan yang nyata, bukan sekadar terlaksananya kegiatan,” tegas Herman di hadapan para pemangku kepentingan yang hadir.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Dwiana Langlang Nugraha, memaparkan bahwa inovasi ini lahir berkat pijakan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Agustus 2026 yang mencatat ada sekitar 13.000 anak tidak sekolah di Kota Tangerang.
Meski tersebar di seluruh kecamatan dengan dominasi jenjang pendidikan menengah serta angka tertinggi sementara tercatat di wilayah Cipondoh, angka tersebut masih dalam proses verifikasi dan validasi mendalam agar tepat sasaran.
“Teman-teman di wilayah sudah melakukan pendataan, tetapi memang masih belum selesai. Setelah seluruh data terverifikasi, baru kami bisa menentukan tahapan intervensinya,” jelas Langlang usai penandatanganan kerja sama.
Kendati faktor utama penyebab anak putus sekolah belum dapat disimpulkan sebelum verifikasi rampung, Pemkot Tangerang telah menyiapkan skema penanganan yang variatif. Anak-anak yang masih memungkinkan akan didorong kembali ke jalur formal, sementara yang lain diarahkan ke satuan pendidikan kesetaraan.
Khusus bagi persoalan ekonomi, Dinas Pendidikan siap menggandeng dunia usaha hingga Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk meringankan beban biaya pendidikan.
“Kalau ada permasalahan ekonomi, mungkin nanti kami bekerja sama dan berkolaborasi dengan dunia usaha, Baznas, dan lain sebagainya untuk membantu meringankan biaya tersebut,” pungkasnya, seraya menegaskan target jangka panjang pemerintah daerah untuk mewujudkan zero anak tidak sekolah di Kota Tangerang.
Penulis : Mohamad Panji Pratama













Komentar